RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM
(RPM)
NAMA SATUAN PENDIDIKAN :
SMP Pangudi Luhur Santo Albertus
PENYUSUN : Maria Elfrida Deke
MATA PELAJARAN : Ilmu Pengetahuan Sosial
MATERI POKOK :
Pembentukan diri melalui proses sosialisasi
SEMESTER : Ganjil
TAHUN PELAJARAN :
2025/2026
WAKTU :
2 X 40 menit
A. IDENTIFIKASI
|
Kesiapan belajar murid |
: |
1.
Analisa pengetahuan awal -
Siswa sudah
mengenal aturan sederhana di rumah dan sekolah (misalnya tata tertib sekolah,
sopan santun kepada guru, dan menghormati orang tua). -
Namun, pemahaman konsep nilai dan norma secara ilmiah
(teoritis) masih terbatas, sehingga perlu penjelasan dengan contoh konkret. 2.
Gaya belajar dan minat murid -
Gaya belajar dominan adalah visual dan kinestetik. |
|
Dimensi profil lulusan |
: |
1. (Beriman,
bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia o Murid mampu
menunjukkan sikap menghormati orang tua, guru, dan sesama sebagai hasil
sosialisasi dalam keluarga dan sekolah. 2. Berkebinekaan
Global o Menerapkan norma
untuk hidup rukun dalam keberagaman. 3. Mandiri o Disiplin menaati
aturan sekolah tanpa harus selalu diingatkan. 4. Bernalar Kritis o Memberikan alasan
pentingnya menaati aturan sosial di masyarakat. 5. Kreatif o Murid mampu
mengekspresikan pemahaman tentang nilai dan norma melalui karya (poster
manual/digital, cerita,presentasi sederhana). |
|
Karakteristik materi Pelajaran |
: |
1.
Materi langsung
terkait dengan pengalaman siswa di rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat
(misalnya: tata tertib, sopan santun, tolong-menolong). 2.
Mengandung
aturan tentang apa yang dianggap baik–buruk, benar–salah, pantas–tidak pantas
dalam kehidupan sosial. 3.
Tidak hanya fokus pada pengetahuan, tetapi juga
menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. 4.
Norma dapat berbeda antarwaktu dan antarlingkungan,
serta dapat berubah mengikuti perkembangan zaman. |
|
Capaian pembelajaran |
: |
Murid mampu memahami konsep sosialisasi, nilai, dan
norma dalam kehidupan sehari-hari, serta menumbuhkan kesadaran untuk
menerapkannya dalam interaksi sosial. |
B.
DESAIN
PEMBELAJARAN
Tujuan Pembelajaran :
1.
Melalui diskusi kelompok, murid dapat menjelaskan
pengertian nilai dan norma dengan benar.
2.
Dengan bimbingan guru, murid dapat menganalisis
peran nilai dan norma dalam membentuk perilaku individu dengan menggunakan
kalimat sendiri.
3. Setelah membaca kasus sederhana, siswa kelas 7 mampu mengidentifikasi contoh perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan norma sosial minimal 3 contoh.
Lingkup Pembelajaran :
Nilai dan norma
Praktek Pedagogis (Metode)
-
Model pembelajaran :
Kontekstual learning
-
Strategi : Diskusi kelompok
- Metode pembelajaran : deep learning, joyful learning, meaningful learning
Kemitraan Pembelajaran :
Murid lintas kelas, media sosial
Pemanfatan Digital :
Video pembelajaran
-
Nilai dan norma : pembelajaran à klik link disini
Refleksi à klik
link disini klik
link ke2 disni
WORDWALL à https://wordwall.net/play/96913/779/680
Lingkungan Belajar : di dalam kelas
Media, Bahan dan Sumber Belajar :
Media Pembelajaran
Alat bantu yang digunakan guru untuk
menyampaikan konsep sosialisasi:
Video singkat tentang nilai dan norma.
Quiz interaktif (Wordwall).
Bahan
Ajar
Materi
yang disusun atau dipakai guru dan siswa dalam pembelajaran:
·
Modul
IPS tentang nilai dan norma.
· Lembar Kerja Peserta
Didik (LKPD): analisis kasus pelanggaran norma melalui diskusi kelompok
Sumber
Belajar
Tempat
atau rujukan yang menyediakan informasi untuk belajar:
·
Buku Teks IPS Kelas VII (Kemdikbud).
·
Lingkungan Sekitar: keluarga, sekolah, teman
sebaya, masyarakat.
·
Media Massa dan Digital: berita online, media
sosial, YouTube edukasi.
·
Peraturan Sekolah/Tata Tertib sebagai contoh
nyata norma sosial.
Lintas Disiplin Ilmu : Pendidikan Kewarganegaraan (nilai, norma,
aturan),
BK (pembentukan kepribadian)
PENGALAMAN BELAJAR
1.
Kegiatan Pembuka (10 menit)
-
Guru
membuka pembelajaran dengan salam dan menanyakan keadaan peserta didik. (kesadaran
sosial)
-
Guru
melakukan presensi dan memeriksa keadaan kelas (menghargai kehadiran setiap
individu)
-
Guru
menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat memahaminya dalam kehidupan
sehari-hari (menyempaikan harapan positif)
2.
Kegiatan Inti (60 menit)
a.
MEMAHAMI (berkesadaran, bermakna, menggembirakan)
1)
Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok.
2)
Guru menayangkan video singkat tentang nilai dan norma.
3)
Guru
mengajak siswa menceritakan pengalaman mereka saat melihat ada aturan dilanggar
di sekolah/lingkungan.
Bertanya
4) Guru mengajukan pertanyaan pemantik
: (disesuaikan)
- Mengapa Apa yang akan terjadi jika
dalam suatu kelompok tidak ada norma yang dipatuhi bersama?
- Jika kalian melihat teman melanggar norma, apa yang
sebaiknya kalian lakukan?
- Mengapa nilai dan norma penting dalam kehidupan bersama
di masyarakat?
- Apa yang terjadi kalau di sekolah kita tidak ada tata
tertib?
- Mengapa kita harus menaati norma?
c.
MENGAPLIKASIKAN (berkesadaran, bermakna, menggembirakan)
Menemukan (Inquiry)
1)
Murid dalam kelompok kecil mengamati gambar terkait
perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dalam nilai dan norma.
ü
Murid mengamati studi kasus (mencontek, membantu orang
tua, pencurian).
ü Murid mencari jawaban melalui diskusi.
Masyarakat Belajar
2)
Siswa mendiskusikan hasil pengamatan dan saling berbagi
pemahaman antar kelompok.
Pemodelan
3)
Guru memberikan contoh nyata penerapan nilai dan norma
(misalnya, membuang sampah pada tempatnya, berbicara sopan, disiplin).
a.
MEREFLEKSIKAN (berkesadaran, bermakna, menggembirakan)
1)
Murid
menuliskan kesimpulan pribadi: “Nilai dan norma apa yang paling penting
menurut saya/kelompok kami, dan mengapa?”
2)
Guru
memberikan apresiasi dengan bertepuk tangan.
3)
Guru
melakukan asesmen proses dengan permainan wordwall.
3.
Kegiatan Penutup (10 menit)
a.
Guru bersama murid menyimpulkan pelajaran tentang nilai dan norma.
b.
Guru memberi
penguatan: nilai dan norma adalah pedoman hidup agar kehidupan sosial berjalan
tertib dan harmonis.
c.
Menyampaikan
manyampaikan materi selanjutnya.
d. Guru menutup kegiatan dengan salam penutup.
ASESMEN
1. Asesmen Proses
a.
Asesmen as learning
1. Apa pengertian nilai dan norma menurut pemahamanmu sendiri setelah belajar
hari ini?
2. Nilai dan norma apa yang paling sering kamu temui di sekolahmu?
3. Ceritakan satu contoh pengalamanmu saat menaati norma dan dampak
positif yang kamu rasakan.
4. Ceritakan pula satu contoh saat kamu atau temanmu melanggar norma
dan akibat yang terjadi.
5. Menurutmu, mengapa nilai dan norma penting untuk dipatuhi dalam kehidupan
sehari-hari?
6.
Jika kamu diminta
memilih satu norma yang paling penting untuk dijaga di sekolah, norma apa yang
kamu pilih? Jelaskan
alasannya.
|
Aspek
yang Dinilai |
Skor
4 |
Skor
3 |
Skor
2 |
Skor
1 |
|
Pemahaman
konsep |
Menjelaskan nilai
& norma dengan tepat dan jelas |
Menjelaskan cukup tepat |
Menjelaskan kurang tepat |
Tidak bisa menjelaskan |
|
Contoh
nyata |
Memberikan 2 contoh relevan dari pengalaman diri |
Memberikan 1 contoh relevan |
Contoh kurang relevan |
Tidak memberi contoh |
|
Refleksi
kritis |
Menunjukkan
kesadaran diri tinggi terhadap pentingnya norma |
Menunjukkan kesadaran cukup |
Refleksi masih dangkal |
Tidak ada refleks |
b. Asesmen for learning (dibuat dalam bentuk permainan wordwall)
Bentuk
Instrumen
|
No. |
Pertanyaan |
Jawaban |
|
1 |
Sesuatu yang dianggap penting dalam kehidupan
bersama disebut … |
Nilai sosial |
|
2 |
Norma yang bersumber dari hati nurani manusia
disebut … |
Norma kesusilaan |
|
3 |
Contoh penerapan norma kesopanan adalah … |
Mengucapkan salam kepada guru |
|
4 |
Pakaian, rumah, dan kendaraan merupakan contoh dari
nilai … |
Material |
|
5 |
Merusak fasilitas umum seperti taman, bangku, atau
gedung sekolah adalah pelanggaran terhadap nilai ..... |
Material |
|
6 |
Ucapan "tolong" dan "terima kasih"
merupakan wujud penerapan norma … |
Kesusilaan |
|
7 |
Jika seseorang melanggar norma agama, sanksi yang
diterimanya adalah … |
Berdosa di hadapan Tuhan |
|
8 |
Menyebarkan kebencian atau fitnah / berita hoaks adalah
contoh pelanggaran terhadap nilai... |
Kerohanian |
|
9 |
Pulpen dan buku yang
digunakan untuk menulis termasuk contoh nilai … |
Vital |
|
10 |
Duduk dengan sopan saat
berada di ruang kelas adalah contoh penerapan norma … |
Kesopanan |
📊 Tabel Peran Nilai
dan Norma dalam Kehidupan Sehari-hari
|
Aspek
Kehidupan |
Peran
Nilai dan Norma |
Contoh
Penerapan |
|
Di rumah |
Menumbuhkan sikap hormat dan kasih sayang |
Patuh kepada
orang tua, saling membantu antar anggota keluarga |
|
Di sekolah |
Menciptakan
suasana belajar tertib dan disiplin |
Datang tepat
waktu, menghormati guru, tidak menyontek |
|
Di masyarakat |
Menjaga
kerukunan antarwarga |
Ikut kerja
bakti, tidak membuat keributan, saling tolong-menolong |
|
Dalam pertemanan |
Mengajarkan
sikap jujur, adil, dan saling menghargai |
Tidak mengejek
teman, mau berbagi, bermain bersama dengan rukun |
|
Dalam kehidupan
berbangsa |
Menumbuhkan rasa
persatuan dan cinta tanah air |
Menghormati
bendera merah putih, menaati hukum, menghargai perbedaan suku dan agama |
|
No. |
Pertanyaan |
Jawaban |
|
1 |
Di sekolah terdapat aturan “datang tepat waktu”.
Namun, beberapa siswa sering terlambat karena menganggap guru tidak akan
marah. |
Ya, aturan
tersebut tetap termasuk norma karena berfungsi sebagai pedoman perilaku di
sekolah. Walaupun ada siswa yang melanggar, norma tidak hilang. Pelanggaran
justru menunjukkan adanya sanksi sosial atau konsekuensi yang membedakan
perilaku sesuai norma dengan yang melanggar. |
|
2 |
Dalam sebuah masyarakat terdapat kebiasaan berjabat
tangan ketika bertemu. Namun, pada masa pandemi, kebiasaan itu berubah
menjadi salam dengan melipat tangan di dada. |
Hal ini
menunjukkan bahwa nilai dan norma bersifat dinamis dan dapat berubah
sesuai kondisi, kebutuhan, dan perkembangan zaman. Norma disesuaikan agar tetap menjaga sopan santun
sekaligus melindungi kesehatan masyarakat. |
|
3 |
Seorang siswa berpendapat bahwa “nilai lebih penting
daripada norma”. Menurutmu, apakah pendapat tersebut benar atau salah? Jelaskan dengan contoh. |
Pendapat
tersebut bisa dianggap benar, karena norma berasal dari nilai yang diyakini
masyarakat. Nilai adalah dasar, sedangkan norma adalah aturan praktis.
Misalnya, nilai kejujuran diwujudkan dalam norma larangan menyontek di
sekolah. Tanpa nilai,
norma tidak punya makna.
|
|
4 |
Bayangkan jika tidak ada norma lalu lintas di jalan
raya. |
Tanpa norma lalu lintas, jalan
akan kacau: sering terjadi kecelakaan, kemacetan, bahkan korban jiwa. Hal ini
mengganggu keteraturan sosial dan menurunkan kualitas hidup masyarakat. Norma
lalu lintas penting untuk menjaga ketertiban, keselamatan, dan kelancaran
aktivitas sehari-hari. |
|
5 |
Kamu melihat ada teman yang selalu mengucapkan terima
kasih setiap diberi bantuan. Teman lain justru tidak pernah melakukannya. |
Nilai dan
norma berperan membentuk kepribadian seseorang karena memengaruhi sikap,
perilaku, dan cara berinteraksi. Seseorang yang terbiasa menerapkan norma
kesopanan akan terlihat lebih santun dan dihargai. Perbedaan sikap
menunjukkan seberapa jauh seseorang menginternalisasi nilai dan norma dalam
kehidupannya. |
Ketapang, 1 September 2025
Mengetahui,
Kepala SMP PL St. Albertus Guru Pengampu
No comments:
Post a Comment