Wednesday, June 3, 2026

RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM MATERI SOSIALISASI KELAS 7

 

RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM

(RPM) 

NAMA SATUAN PENDIDIKAN      : SMP Pangudi Luhur Santo Albertus

PENYUSUN                                       : Maria Elfrida Deke

MATA PELAJARAN                         : Ilmu Pengetahuan Sosial

MATERI POKOK                               : Pembentukan diri melalui proses sosialisasi

SEMESTER                                        : Ganjil

TAHUN PELAJARAN                       : 2025/2026

WAKTU                                              : 2 X 40 menit

 

A.    IDENTIFIKASI

Kesiapan belajar murid

:

1.         Analisa pengetahuan awal

-           Siswa sudah mengenal aturan sederhana di rumah dan sekolah (misalnya tata tertib sekolah, sopan santun kepada guru, dan menghormati orang tua).

-          Namun, pemahaman konsep nilai dan norma secara ilmiah (teoritis) masih terbatas, sehingga perlu penjelasan dengan contoh konkret.

2.   Gaya belajar dan minat murid

-          Gaya belajar dominan adalah visual dan kinestetik.

Dimensi profil lulusan

:

1.     (Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia

o  Murid mampu menunjukkan sikap menghormati orang tua, guru, dan sesama sebagai hasil sosialisasi dalam keluarga dan sekolah.

2.     Berkebinekaan Global

o  Menerapkan norma untuk hidup rukun dalam keberagaman.

3.     Mandiri

o  Disiplin menaati aturan sekolah tanpa harus selalu diingatkan.

4.     Bernalar Kritis

o  Memberikan alasan pentingnya menaati aturan sosial di masyarakat.

5.     Kreatif

o  Murid mampu mengekspresikan pemahaman tentang nilai dan norma melalui karya (poster manual/digital, cerita,presentasi sederhana).

 

Karakteristik materi Pelajaran

:

1.   Materi langsung terkait dengan pengalaman siswa di rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat (misalnya: tata tertib, sopan santun, tolong-menolong).

2.   Mengandung aturan tentang apa yang dianggap baik–buruk, benar–salah, pantas–tidak pantas dalam kehidupan sosial.

3.   Tidak hanya fokus pada pengetahuan, tetapi juga menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.

4.   Norma dapat berbeda antarwaktu dan antarlingkungan, serta dapat berubah mengikuti perkembangan zaman.

Capaian pembelajaran

:

Murid mampu memahami konsep sosialisasi, nilai, dan norma dalam kehidupan sehari-hari, serta menumbuhkan kesadaran untuk menerapkannya dalam interaksi sosial.

B.    DESAIN PEMBELAJARAN

Tujuan Pembelajaran                                   :

1.     Melalui diskusi kelompok, murid dapat menjelaskan pengertian nilai dan norma dengan benar.

2.     Dengan bimbingan guru, murid dapat menganalisis peran nilai dan norma dalam membentuk perilaku individu dengan menggunakan kalimat sendiri.

3.     Setelah membaca kasus sederhana, siswa kelas 7 mampu mengidentifikasi contoh perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan norma sosial minimal 3 contoh.

Lingkup Pembelajaran                                : Nilai dan norma 

Praktek Pedagogis (Metode)                       

-       Model pembelajaran          : Kontekstual learning

-       Strategi                               : Diskusi kelompok

-       Metode pembelajaran        : deep learning, joyful learning, meaningful learning

Kemitraan Pembelajaran                : Murid lintas kelas, media sosial

Pemanfatan Digital                           : Video pembelajaran

-            Nilai dan norma   : pembelajaran à klik link disini

  Refleksi à klik link disini    klik link ke2 disni

   WORDWALL à https://wordwall.net/play/96913/779/680

 

Lingkungan Belajar                         : di dalam kelas 

Media, Bahan dan Sumber Belajar :

Media Pembelajaran

Alat bantu yang digunakan guru untuk menyampaikan konsep sosialisasi:

  Video singkat tentang nilai dan norma.

  Quiz interaktif (Wordwall).

 

Bahan Ajar

Materi yang disusun atau dipakai guru dan siswa dalam pembelajaran:

·     Modul IPS tentang nilai dan norma.

·     Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD): analisis kasus pelanggaran norma melalui diskusi kelompok

 

Sumber Belajar

Tempat atau rujukan yang menyediakan informasi untuk belajar:

·         Buku Teks IPS Kelas VII (Kemdikbud).

·         Lingkungan Sekitar: keluarga, sekolah, teman sebaya, masyarakat.

·         Media Massa dan Digital: berita online, media sosial, YouTube edukasi.

·         Peraturan Sekolah/Tata Tertib sebagai contoh nyata norma sosial.

 

Lintas Disiplin Ilmu  : Pendidikan Kewarganegaraan (nilai, norma, aturan),

  BK (pembentukan kepribadian)

 PENGALAMAN BELAJAR

1.     Kegiatan Pembuka (10 menit)

-        Guru membuka pembelajaran dengan salam dan menanyakan keadaan peserta didik. (kesadaran sosial)

-        Guru melakukan presensi dan memeriksa keadaan kelas (menghargai kehadiran setiap individu)

-        Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat memahaminya dalam kehidupan sehari-hari (menyempaikan harapan positif)

2.     Kegiatan Inti (60 menit)

a.   MEMAHAMI (berkesadaran, bermakna, menggembirakan)

1)      Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok.

2)      Guru menayangkan video singkat tentang nilai dan norma.

3)      Guru mengajak siswa menceritakan pengalaman mereka saat melihat ada aturan dilanggar di sekolah/lingkungan.

Bertanya

4)  Guru mengajukan pertanyaan pemantik : (disesuaikan)

-   Mengapa Apa yang akan terjadi jika dalam suatu kelompok tidak ada norma yang dipatuhi bersama?

-   Jika kalian melihat teman melanggar norma, apa yang sebaiknya kalian lakukan?

-   Mengapa nilai dan norma penting dalam kehidupan bersama di masyarakat?

-   Apa yang terjadi kalau di sekolah kita tidak ada tata tertib?

-   Mengapa kita harus menaati norma?

c.   MENGAPLIKASIKAN (berkesadaran, bermakna, menggembirakan)

Menemukan (Inquiry)

1)    Murid dalam kelompok kecil mengamati gambar terkait perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dalam nilai dan norma.

ü Murid mengamati studi kasus (mencontek, membantu orang tua, pencurian).

ü Murid mencari jawaban melalui diskusi.

Masyarakat Belajar

2)    Siswa mendiskusikan hasil pengamatan dan saling berbagi pemahaman antar kelompok.

Pemodelan

3)    Guru memberikan contoh nyata penerapan nilai dan norma (misalnya, membuang sampah pada tempatnya, berbicara sopan, disiplin).

a.     MEREFLEKSIKAN (berkesadaran, bermakna, menggembirakan)

1)      Murid menuliskan kesimpulan pribadi: “Nilai dan norma apa yang paling penting menurut saya/kelompok kami, dan mengapa?”

2)      Guru memberikan apresiasi dengan bertepuk tangan.

3)      Guru melakukan asesmen proses dengan permainan wordwall.

3.     Kegiatan Penutup (10 menit)

a.       Guru bersama murid menyimpulkan pelajaran tentang nilai dan norma.

b.      Guru memberi penguatan: nilai dan norma adalah pedoman hidup agar kehidupan sosial berjalan tertib dan harmonis.

c.       Menyampaikan manyampaikan materi selanjutnya.

d.      Guru menutup kegiatan dengan salam penutup.


ASESMEN

1.     Asesmen Proses              

a.     Asesmen as learning

Pertanyaan Refleksi

1.       Apa pengertian nilai dan norma menurut pemahamanmu sendiri setelah belajar hari ini?

2.       Nilai dan norma apa yang paling sering kamu temui di sekolahmu?

3.       Ceritakan satu contoh pengalamanmu saat menaati norma dan dampak positif yang kamu rasakan.

4.       Ceritakan pula satu contoh saat kamu atau temanmu melanggar norma dan akibat yang terjadi.

5.       Menurutmu, mengapa nilai dan norma penting untuk dipatuhi dalam kehidupan sehari-hari?

6.       Jika kamu diminta memilih satu norma yang paling penting untuk dijaga di sekolah, norma apa yang kamu pilih? Jelaskan alasannya.

 Rubrik Penilaian Refleksi

Aspek yang Dinilai

Skor 4

Skor 3

Skor 2

Skor 1

Pemahaman konsep

Menjelaskan nilai & norma dengan tepat dan jelas

Menjelaskan cukup tepat

Menjelaskan kurang tepat

Tidak bisa menjelaskan

Contoh nyata

Memberikan 2 contoh relevan dari pengalaman diri

Memberikan 1 contoh relevan

Contoh kurang relevan

Tidak memberi contoh

Refleksi kritis

Menunjukkan kesadaran diri tinggi terhadap pentingnya norma

Menunjukkan kesadaran cukup

Refleksi masih dangkal

Tidak ada refleks

b.     Asesmen for learning (dibuat dalam bentuk permainan wordwall)

Bentuk Instrumen

No.

Pertanyaan

Jawaban

1

Sesuatu yang dianggap penting dalam kehidupan bersama disebut …

Nilai sosial

2

Norma yang bersumber dari hati nurani manusia disebut …

Norma kesusilaan

3

Contoh penerapan norma kesopanan adalah …

Mengucapkan salam kepada guru

4

Pakaian, rumah, dan kendaraan merupakan contoh dari nilai …

Material

5

Merusak fasilitas umum seperti taman, bangku, atau gedung sekolah adalah pelanggaran terhadap nilai .....

Material

6

Ucapan "tolong" dan "terima kasih" merupakan wujud penerapan norma …

Kesusilaan

7

Jika seseorang melanggar norma agama, sanksi yang diterimanya adalah …

Berdosa di hadapan Tuhan

8

Menyebarkan kebencian atau fitnah / berita hoaks adalah contoh pelanggaran terhadap nilai...

Kerohanian

9

Pulpen dan buku yang digunakan untuk menulis termasuk contoh nilai …

Vital

10

Duduk dengan sopan saat berada di ruang kelas adalah contoh penerapan norma …

Kesopanan

 

 

 

📊 Tabel Peran Nilai dan Norma dalam Kehidupan Sehari-hari

Aspek Kehidupan

Peran Nilai dan Norma

Contoh Penerapan

Di rumah

Menumbuhkan sikap hormat dan kasih sayang

Patuh kepada orang tua, saling membantu antar anggota keluarga

Di sekolah

Menciptakan suasana belajar tertib dan disiplin

Datang tepat waktu, menghormati guru, tidak menyontek

Di masyarakat

Menjaga kerukunan antarwarga

Ikut kerja bakti, tidak membuat keributan, saling tolong-menolong

Dalam pertemanan

Mengajarkan sikap jujur, adil, dan saling menghargai

Tidak mengejek teman, mau berbagi, bermain bersama dengan rukun

Dalam kehidupan berbangsa

Menumbuhkan rasa persatuan dan cinta tanah air

Menghormati bendera merah putih, menaati hukum, menghargai perbedaan suku dan agama

 c.     Asesmen Akhir 

No.

Pertanyaan

Jawaban

1

Di sekolah terdapat aturan “datang tepat waktu”. Namun, beberapa siswa sering terlambat karena menganggap guru tidak akan marah.
👉 Menurutmu, apakah aturan ini masih termasuk norma? Jelaskan alasanmu.

Ya, aturan tersebut tetap termasuk norma karena berfungsi sebagai pedoman perilaku di sekolah. Walaupun ada siswa yang melanggar, norma tidak hilang. Pelanggaran justru menunjukkan adanya sanksi sosial atau konsekuensi yang membedakan perilaku sesuai norma dengan yang melanggar.

2

Dalam sebuah masyarakat terdapat kebiasaan berjabat tangan ketika bertemu. Namun, pada masa pandemi, kebiasaan itu berubah menjadi salam dengan melipat tangan di dada.
👉 Apa yang hal ini tunjukkan tentang sifat nilai dan norma?

Hal ini menunjukkan bahwa nilai dan norma bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai kondisi, kebutuhan, dan perkembangan zaman. Norma disesuaikan agar tetap menjaga sopan santun sekaligus melindungi kesehatan masyarakat.

3

Seorang siswa berpendapat bahwa “nilai lebih penting daripada norma”. Menurutmu, apakah pendapat tersebut benar atau salah? Jelaskan dengan contoh.

Pendapat tersebut bisa dianggap benar, karena norma berasal dari nilai yang diyakini masyarakat. Nilai adalah dasar, sedangkan norma adalah aturan praktis. Misalnya, nilai kejujuran diwujudkan dalam norma larangan menyontek di sekolah. Tanpa nilai, norma tidak punya makna.

 

4

Bayangkan jika tidak ada norma lalu lintas di jalan raya.
👉 Analisis apa yang mungkin terjadi dan bagaimana hal itu memengaruhi kehidupan masyarakat.

Tanpa norma lalu lintas, jalan akan kacau: sering terjadi kecelakaan, kemacetan, bahkan korban jiwa. Hal ini mengganggu keteraturan sosial dan menurunkan kualitas hidup masyarakat. Norma lalu lintas penting untuk menjaga ketertiban, keselamatan, dan kelancaran aktivitas sehari-hari.

5

Kamu melihat ada teman yang selalu mengucapkan terima kasih setiap diberi bantuan. Teman lain justru tidak pernah melakukannya.
👉 Dari perbedaan itu, apa yang bisa kamu simpulkan tentang peran nilai dan norma dalam membentuk kepribadian seseorang?

Nilai dan norma berperan membentuk kepribadian seseorang karena memengaruhi sikap, perilaku, dan cara berinteraksi. Seseorang yang terbiasa menerapkan norma kesopanan akan terlihat lebih santun dan dihargai. Perbedaan sikap menunjukkan seberapa jauh seseorang menginternalisasi nilai dan norma dalam kehidupannya.





                                                                                             

                                                                        Ketapang, 1 September 2025

Mengetahui,                                                                                                    

Kepala SMP PL St. Albertus                                              Guru Pengampu